Monday, February 12, 2007
Ciklit Tinlit
Chiclit teenlit .... Chiclit, teenlit…. Lagi model ‘kan beberapa bulan or bahkan setahun terakhir ini. Kalau kita ke toko buku, wah bertebaran deh beragam judul dengan cover yang menarik mata, dan dengan pengarang yang macam-macam, aneka penerbit pula. Ada yang baru, ada yang sudah pernah membuat buku serupa, ada yang baru untuk bidang lit-lit- an ini.
Sebagai orang yang senang mbaca dan memang sedang menjalankan misi khusus terhadap bidang ini, saya dengan senang hati membaca banyak judul dari banyak pengarang. Dan, duh gimana ya, saya tetep ga’ bisa ngilangin kebiasaan saya untuk mempertimbangkan penampilan cover untuk membeli buku yang belum ada referensinya. S
aya pengen cerita, pengalaman saya waktu membaca satu chiclit Indonesia dan satu chiclit luar.
Waktu saya terima dua buku chiclit (saya terbiasa membeli buku lewat seseorang. Dia punya beragam judul dari aneka jenis buku- masih baru dan dapat discount. Diantar pula. Hidup si Mbak….! Psst… kalau ada yang mau beli lewat saya juga boleh lho,hihihi), saya baca yang Indo punya dulu. Penasaran aja. Soalnya ini termasuk salah satu chiclit indo best seller. Satu, dua, tiga, duapuluh, tigapuluh lima, …mulai komentar-komentar bermunculan di kepala. Lanjut lagi, limapuluh, delapanpuluh, seratus, seratus lima, seratus tigapuluh….…. terus sampai habis. Saya bingung. Diam. Kecewa. Kok gini aja sih ?
Kok awal yang sarat cerita dan detil itu berakhir cenderung polos, ga’ detil kayak awalnya. Trus, clues yang udah saya ingat-ingat, saya tanda-tandain, ternyata ga’ berarti apa-apa. Alias memang Cuma aksesori cerita aja.
Ngerti ga’ maksud saya ?Gini, klu di film2 asing, kita ‘kan suka liat tuh…ada apel disorot, atau buku apa, atau si pemeran utama ngapain., yang terkesan sambil lalu tapi jelas dibuat dalam scene khusus. Belakangan, baru deh kita ngeh, bahwa apel, atau buku, atau kelakuan si pemeran utama mempunyai arti khusus dalam cerita itu. Bisa aja petunjuk bahwa apel itu diracun, atau buku itu jadi inspirasi penjahatnya, atau apa ajalah. Misalnya di film 6th sense… Yang piring makan Cuma satu. Yang dia duduk aja dikursi tanpa liat apa-apa. Yang etalase toko pecah tapi ga’ keliatan yang ngelempar, dst.
Klu di Film Indonya…yang Arisan hampirlah…Nah di chiclit Indo itu… saya ga’ nemu ujungnya tadi. Padahal mungkin emang si pengarang ga’ bermaksud bikin clue apa2 ya… Memang Cuma pengen cerita ini begini begitu. Saya aja yang sok mikir itu clues. He3.S
aya juga protes ama seringnya ada kata bahkan kalimat (catat : kalimat) yang diulang. Lalu sama ceritanya. Nah kalu yang ini sih bener2 personal matters. Soalnya saya protes Cuma karena ga’ pernah ngalamin seperti yang tertulis di situ. Hihihi. Bolehnya sirik ya!
Tapi, makin lama dipikir, saya sadar chiclit Indo tadi hebat juga. Coba saya disuru nulis segitu banyaknya, segitu kompleksnya cerita, segitu banyaknya tokoh… belum tentu sanggup euy!Dengan alur cerita maju mundur, dengan konsistensi karakter para tokoh, dengan sedikit kejutan cerita, dengan adanya informasi-informasi tertentu yang jelas adalah hasil riset or baca bukunya si pengarang, saya kagum juga.
Tapi… saya jauh lebih terkesan dengan chiclit luar Indo tadi. Bahasanya gaul tapi, menurut saya nih, masih sopan dan enak buat jadi bacaan ringan. Jadi bener-bener cerita ringan yang menyenangkan. Dan terutama, ceritanya, saya buat mirir-mirip dengan kisah saya sendiri, hehehe.
Chiclit luar ini sarat dengan tempat-tempat nyata, informasi hasil riset, konsistensi karakter tokoh, dan…ya itu tadi, clues di sana sini.
Oya, chiclit luar ini juga agak terburu-buru di akhir cerita. Ga’ detil seperti di awal.Atau emang musti gitu ya klu nulis cerita ? ‘Kan orang bosen ya kalau mbaca cerita, harus nunggu detilnya selesai, padahal klimaksnya udah lewat. Ngapain juga masih dibaca, gitu kali ya ?
Saya jadi penasaran…pengen baca lebih banyak buku. Pengen tau lebih banyak informasi, pengen tau perkembangan jaman sekarang. Ya anak mudanya, ya gaulnya, ya kostumnya, juga dunia perkantoran (baca : karir) sekarang ini. Siapa tahu ‘kan saya perlu buat nulis buku chiclit saya yang pertama (dan mudah-mudahan ada kedua dan seterusnya)
(Doain Ya…..1Muharam2006, lewat maghrib, ditengah hingar bingar Arka dan Nemonya, dan Madagaskarnya, dan Barneynya).

tayang ulang dari blog lama

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home