Siapa bilang kehidupan perkawinan itu mudah dan senang-senang saja?
Belakangan ini, saya mendapat kasus-kasus perkawinan yang membuka mata saya akan pentingnya kesetaraan dalam perkawinan, yaitu :
pengertian, sabar, sayang, cinta, saling menghormati, tanggung jawab, kesetiaan, kejujuran dan komitmen yang kuat dari masing-masing untuk menjalani pernikahan.
Dan tentu aja ini memerlukan ke-IKHLAS-an..dan merupakan proses sepanjang hayat..sepanjang masih menjunjung keinginan untuk membina rumah tangga dengan pasangannya.
Kekurangan atau tidak adanya satu saja aspek di atas, besar artinya bagi kelanggengan pernikahan. So masing-masing (inget, masing-masing ya bukan salah satu dari pasangan) harus sadar banget kepentingan dan kebutuhan tiap-tiap aspek tersebut di atas.
Ga bisa satu orang keukeuh dengan pendiriannya sementara pihak lain ga kompromi, or yang lebih parah, boro-boro kompromi, lha ngerti aja engga.Ga bisa juga satu orang ngalah terus...atau ngertiin terus .
Seperti timbangan..harus ada yang naik harus juga turun, sehingga semuanya ketemu di tengah-tengah.
Buat saya pribadi, semua aspek di atas tidak ada nomor urutannya. Semua saling terkait dan penting. Coba aja...mana bisa setia kalau ga jujur ? Mana bisa menghormati pasangan kalau selingkuh, mana bisa dibilang tanggung jawab kalau jatah batin dan materi yang seharusnya untuk keluarga dipake (lagi-lagi) selingkuh atau kongkow2 dengan mengatas namakan “ME TIME” atau refrhesing. Mana bisa dibilang komit terhadap janji nikah pada Allah, kalau nyatanya sering menyesali kenapa melepas masa lajang....
Coba saja...


2 Comments:
berat yak nikah hikhik
bingung mau komen apa...
hehehehehe...
Just keep moving forward one step at the time with Bismillah...
Post a Comment
<< Home