Tuesday, January 15, 2008
Guru dan Jeruk
Pernah dengar cerita tentang GURU dan JERUK ?

Begini ceritanya :
Seorang guru meminta setiap siswa di kelasnya untuk mengambil jeruk yang sudah ia sediakan di depan kelas, sebanyak kebencian / kekesalan yang mereka miliki terhadap orang lain atau sesuatu hal. Dengan perjanjian bahwa hingga 8 hari kedepan, si jeruk harus mereka bawa kemanapun mereka pergi. Harus dibawa.

Maka masing-2 anak maju ke muka kelas dan mengambil jeruk yang sesuai dengan kondisi mereka.
A mengambil 3 jeruk karena ia sebal pada adiknya yang sering mengganggunya, sebal pada penjaga sekolah yang tidak mengijinkan ia masuk gerbang karena terlambat pagi harinya, dan sebal pada temannya yang membohongi dirinya.
B mengambil 10 jeruk karena ia sebal pada adiknya, kakaknya, tukang somay di sekolah, tukang es di depan rumahnya, kakeknya, penjual mie di sekolah, teman sebangkunya, teman satu kursus bahasa inggrisnya, guru les renangnya, dan anjingnya.
C mengambil 5 jeruk untuk kekesalannya pada mobil ayah yang mogok tadi pagi, jam bekernya yang rusak, bik Minah yang salah membuat makanan bekalnya, ibu yang terlambat bangun, ulangan matematika yang sangat sulit.

Selama 6 hari berikutnya A,B,C membawa jeruk tersebut kemana pun mereka pergi. Sejak pertama, B sudah sadar, bahwa ia paling berat. Di har-hari selanjutnya, B pun semakin tak nyaman dan mulai merasa terganggu dengan jeruk2 itu. Apalagi jeruk-2 itu mulai membusuk, berair dan mengeluarikan bau tak sedap.

Tepat di hari ke-8 anak-2 mulai mengeluh karena harus membawa2 jeruk itu, padahal hampir semua jeruk sudah rusak / busuk.

Guru lalu menerangkan. Jika jeruk-2 itu disamakan dengan kebencian mereka , maka begitulah yang akan mereka dapat.

Misalnya B : karena ia benci pada 10 orang / macam, maka ia yang paling merasa berat dan selanjutnya terganggu.

Maka praktek tersebut mengajarkan :
Jika kita menyimpan dendam / kemarahan / kebencian, maka hal itu hanya akan mempersulit hidup kita. Pertama, kita hanya akan membawa-2 si marah / benci / dendamnya itu kemana pun kita ada. Semakin banyak yang tak kita sukai semakin berat beban kita. Setelah dibawa, semakin lama pun bukannya semakin membaik tapi malah membusuk. Tidak cantik lagi, berair, busuk. Maka itulah yang akan terjadi diantara individu yang merasakan perasaan negatif itu dengan perasaannya. Hanya akan menjadi beban dan kemudian merugikan diri sendiri.

So.... yuk kita damai!
_______________________________________________________________________

Labels: ,

1 Comments:

At 8:10 PM, Anonymous Anonymous said...

naek darah juga bikin gak bisa tidur. pada suatu malam, aku dibangunkan oleh gedoran cali meoooww bang ! bang !!!

 

Post a Comment

<< Home