Monday, April 07, 2008
The Power Of Knowledge
Tuesday, January 24, 2006

The Power of Knowledge
Diam-diam, ternyata udah banyak yang mampir di blog ini (dan yang satunya). Thanks. Tapi herannya, kok pada ga' mau ngasi' komentar di sini ya ?Komentar aku dapetin langsung, or via email dan telepon.Beberapa yang nempel banget di aku adalah.... kurangnya informasi positif yang saya sertakan di setiap tulisan. Oo...bener juga ya...Saya cuma sekedar nulis, nyeritain apa yang saya alami, saya rasain, saya pikirin... tanpa memberi masukan or informasi apa-apa, baik informasi baru, informasi sederhana, or informasi-informasi lainnya buat pembaca.Walau niat saya memang bikin catatan or tulisan-tulisan ringan,tapi saya pikir-pikir ga' ada salahnya memang memasukkan sedikit informasi. Bayangin aja saya jadi pembacanya. Pengen bacaan ringan tapi ada informasi yang bisa saya dapat, tentu senang.So Insya Allah, mulai sekarang (mmm...sebenernya udah mulai sejak saya dapat masukan itu sih), saya pengen nulis yang lebih informatif, tanpa harus ninggalin gaya santai dan ringan.Jadi, mulailah saya membongkar buku-buku lama, dan mengumpulkan buku-buku baru, serta menambah informasi pribadi dengan banyak baca or nonton berita-berita di tv, koran, majalah, plus membuka lebar-lebar mata dan telinga, mendengarkan dan mencatat baik-baik pengalaman orang lain. Sebagai bahan tulisan / catatan saya berikutnya. Kalaupun nanti pembaca menemukan bahwa tulisan saya lebih diwarnai satu sudut pandang, itu karena memang saya kuliah di situ.Kamu akan mulai menulis dari sesuatu yang kamu tahu banyak, kan ?Dan ternyata ya, menulis itu, kalau diseriusi, waduh...persiapannya asik juga. Seperti mengerjakan suatu proyek. Seperti waktu skripsi. Seperti waktu menyiapkan bahan untuk tampil sebagai pembicara di konferensi psikologi internasional di Bali tahun 1997 (thx to all my dosen yang sudah begitu menyemangati saya untuk berani tampil di sana, sudah mempercayai saya dan begitu membantu saya membuat makalahnya. Bu Elmira, Bu Hana, Mba Tuti- apa kabar mbak... kangen deh-, Bu Sawitri - yang sebelum saya maju udah janji ga' akan masuk ruangan, tapi pas saya presentasi sempat dibuat kaku di depan ruangan karena ngeliat sosok Ibu Sawitri di deretan paling belakang sedang khusu ngeliat saya - waduh rasanya mau mati. Saya ini ga' PD banget sama si Ibu. padahal sumpa, Bu Sawitri ini ga' pernah marah lho.....).Dan semua dan semua. Oya, buat keluarga tentu, thx ak lot buat Bapak dan Ibu, untuk doa, kepercayaan,semangat dan terutama untuk tiket pesawat dan hotelnya dan...extend di Balinya,hihihi. Tami Dewi Ali. Juga Muti, untuk menemani masa2 liburannya. Thx a lot.Ups jadi bernostalgia, balik lagi ke soal menulis ya...Saya ga' pernah menganggap menulis itu gampang. Saya bahkan selalu gentar untuk mulai menulis.Ibu Sawitri, dosen yang kemudian saya "jadikan" ibu saya, salah seorang suporter mental saya, dari duluuuu selalu bilang, sebaiknya saya mulai menulis. Ga' usah yang berat-2 (karena saya selalu bilang bahwa saya pengen nulis seperti beliau (beliau adalah pengasuh tetap rubrik psikologi di harian Kompas!). Mulailah dari yang ringan dan sederhana dulu. Dan bla bla bla.Tapi, saya orangnya suka ga' PD kalau menghasilkan sesuatu yang ga' perfect, saya ga' pernah mulai. Ga' berani nulis klu ga' betul-betul nguasain hal tersebut. Dan parahnya, saya selalu ngerasa ilmu yang saya miliki kurang, sehingga ya itu tadi, ga' jadi2 nulisnya. Dan kayaknya kepercayaan seperti ini emang udah runnin' in my family (betul 'kan Tam, Wik, Al ?).Sampai suatu hari beberapa bulan lalu, saya merasa harus bisa ngerjain sesuatu dari rumah. Pilihan saya jatuh pada menulis. Dan mulailah saya menulis.Ternyata memang benar, menulis itu sama sekali ga' gampang. Kalau sebelum "hari itu" saya banyak menulis tapi masih sangat tergantung pada mood, maka sejak saya memutuskan mau menulis, saya paksain nulis walau lagi ga' mood. Dan itu nambah susah pekerjaan menulis, Hehehe.Dan seiring masuknya komentar-komentar yang saya ceritain di awal, saya pun bertekad memperbaiki tulisan saya, terutama ya dibidang keilmuannya itu.Doain ya...
.___________________________________________________________________
Dari buku-buku belajar menulis yang saya baca, dan pengamatan plus pengalaman saya :
1. Menulis harus minat
2. Menulis harus jelas temanya, dan tujuan pembacanya (marketnya -lah)
3. Konsistensi gaya bahasa, alur, dan tokoh kalau ada.
4. Adanya informasi positif yang disampaikan, atau moral of the story.
5. Orisinalitas tema atau gaya penulisan
6. Banyak euy.... rada lieur... hehehe.
Tapi, Alhamdullillah, jika ngerjain sesuatu pake hati, dengan senang, semua jadi menyenangkan.Ok d... wish me luck dan...thx for all support and doa. God bless us all.
posted by Dianibung at
6:09 AM
**tulis ulang dari blog lama yg gak tayang lagi...**

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home