Sunday, April 26, 2009
Ketika Remaja Bertingkah, my new book
Another book of mine (with Nagiga) has published 2 weeks ago.
Up till last friday, it almost hit 1000books sold.
So happy and thanks to God.

Its about teen.
Its about teen's problem and psychological solution..
Its about us getting along with the teens.
Its about us knowing teens better..

Pampered Teen, drugs teen...even pregnant teen..
No more problems....we can work it out....

Buy it @Gramedia or MP Book Point..or just email me'
Price : Rp. 22.800

Labels:

Monday, February 16, 2009
From the Bottom of My Heart

Being a psychologist has brought endless blessing and learning experiences to me, and therefore, I would like to thank God and my family, for giving me the opportunity to choose this path.
And...
Writing is an art, an intelligent combination of heart and mind, an opportunity to interact and make new friends, to apply our knowledge, an exciting occupation.
I love both of these...
Sept 08


Dian Ibung

Labels: , ,

Friday, January 09, 2009
Untukmu
Satu Bintang Untukmu

Kutitipkan satu padamu, untukmu
Sekerlip bintang di langit
Tanda cinta sepanjang asa

********

Hanya Rindu

Rinduku Sayang
Tak bertepi seperti sepi
Tak membiru karena beku
Tak mengalir seperti air

Karena Rinduku Sayang
Menepi seperti ombak mencari pantai
Biru seperti langit yang selalu mengganti malam
Cair seperti darah di setiap inci tubuhmu

Hanya Rinduku Sayang
Selalu,
Untukmu...

ps: hanya teruntuk yg tercinta my hubby, hehehe.

Labels:

Tuesday, November 18, 2008
Terbit lagi, Subhanallah..kali ini ttg KDRT

**Subhanallah...dapat email dari lingkar pena promotion bahwa buku Nita Candra dan aku udah terbit. Alhamdulillah....
Cerita di balik pembuatan buku ini luar biasa. Berulangkali saya bersyukur pada Allah ditemukan sama Nita. Bahkan saya sempat nulis tentang Nita di
http://observasidian.blogspot.com/2008/08/new-solmet.htmlSayang, daritadi Nita ditelpon ga masuk2.... Nita....udah tayang neeeeh....Berikut email dari Lingkar Pena.

*************************************************************************************************************Buku Baru Lingkar Pena Publishing
Judul Buku : Dari Balik Dinding (bernama) Luka (SC)
Penulis : Dian Ibung dan Nita Chandra
Harga : Rp. 29.500Tebal : 200
HalISBN :979-1367-66-


Pernahkah kita menyibak sisi lain dari kehidupan? Ada banyak perih dan luka yang menganga.Salah satunya adalah mereka yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Buku ini penting,bukan hanya bagi mereka yang dirundung duka dalam rumah tangga, tapi bagi kitasemua. Untuk lebih mengetahui tindak KDRT yang menimpa teman, saudara, ataumungkin diri kita sendiri.

Dua penulis perempuan yang juga para istri ini – dengan sepenuh jiwamencatat kisah-kisah cinta tragis dan perjuangan para korban KDRT dalam mencarikebebasan

Labels: , , ,

Friday, November 14, 2008
Terbit...senangnya....

Buku baru aku udah terbit. Kerjasama dengan Nagiga, penulis buku cerita anak2.
Disini aku benar-benar menulis sebagai profesional. Karena aku membahas berbagai masalah anak yang sehari2 dihadapi ortu. Disajikan dengan sangat menarik oleh Nagiga dalam bentuk cerpen.

Sudah beredar di Gramedia dan teman-teman toko buku lainnya.

Contoh Kasus yang dibahas :
**"Ida senang melihat keakraban Faizal dengan nenek dan kakeknya. Tapi di sisi lain, Ida merasa sedih karena pengasuhan Faizal ditangan nenek dan kakeknya seringkali bertolak belakang dengan kesepakatan Ida dan suaminya sebagai orang tua.Padahal, sehari-hari Faizal diasuh oleh nenek dan kakeknya karena Ida dan suaminya bekerja. Bagaimana orang tua menghadapi kondisi ini ? Cara apa yang dapat digunakan untuk menengahi masalah ini ?

**Laila, mama Zaki, bingung. Ia baru mengetahui kenyataan bahwa pengasuh anaknya sering "menjahati" Zaki ketika ia tidak di rumah. Zaki menjadi anak yang rewel dan murung. Harus bagaimanakah Laila? Mau memarahi Yumi, takut Yumi semakin "kejam" pada anaknya, padahal ia tidak ada.Mau ganti pengasuh, tidak mudah. Mau berhenti kerja, tidak mungkin.Apa yang dapat dilakukan Laila ?

Hayu...buruan dibaca ya....

Catatan : boleh pesan langsung ke aku.Harga Rp. 24.000 plus ongkir ke Jakarta lewat PT.Pos Indonesia Rp. 5.000 saja.Yang mo pesen langsung
send email aja ke sini.

Yuuk monggo dibeli.

Labels: , , ,

Saturday, July 26, 2008
Pesan Buku, email aku ya...
Buat yang mau pesen buku aku (baca postingan setelah in) langsung ke aku...monggo silahkan ngimel aja ke :
Dian.ibung@yahoo.com
Harga buku Rp. 39.800 (sama ama di toko buku), ditambah ongkos kirim aja. Buat Jakarta dan sekitarnya ongkir Rp. 10.000 (pake pos Express sehari). Ditransfer setelah konfirmasi dari aku via email or sms.
Thank you...

Labels: , , ,

Wednesday, July 23, 2008
Buku Aku Udah terbit!!

Akhirnya...
Sujud Syukurku yang dalam pada Mu ya Allah SWT.
Buku Stres pada Anak (Dian Ibung, Psi.) berisi informasi lengkap tentang penyebab, gejala, reaksi, cara penanganan dan pencegahan, serta tips-tips praktis mengenai stres pada anak. Disertai lebih dari 90 kasus aktual yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, mungkin Anda alami.
Prof. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi Klin., dalam pengantarnya menyatakan bahwa buku ini merupakan panduan praktis yang tepat untuk meningkatkan kepekaan orang tua mengenai kondisi anaknya. This’s a must read book bagi orang tua atau mereka yang perduli tentang kondisi buah hatinya dan ingin meningkatkan kepekaan kapan harus membantu dan kapan harus “membiarkan” anak menjalani sendiri tahapan perkembangannya.

Semoga bermanfaat.

Labels: , , , ,

Monday, May 12, 2008
Dibalik La Tahzan , for Broken Hearted Muslimah
Waktu dinyatakan tulisanku layak tayang di sini, tentu saja hati berbunga-bunga. Nano2. Senang, gembira, dan ada perasaan...oh bener berarti aku bisa juga nulis.
Perasaan ini, catet ya, ga berarti lalu aku merasa sudah canggih menulis. Oh no banget! Jauh banget itu. Justru ya, dengan dimuatnya satu ini, aku merasa tertantang untuk terus menulis yang bagus2, supaya terus dapat tayang dimana-2. Gak Cuma sekali lalu hilang.
Alhamdulillah, tulisan di sini Cuma sekali tulis.
Pertama nulis, ceritanya berbingkai imajinasi. Lalu kata mba Asma, tulisan dengan tema sama ada dua, tapi yang aku punya itu gak bisa “diikutsertakan” karena menggunakan bingkai imajinasi.
Lalu aku minta dikasi kesempatan tulis ulang (tema sama, bingkainya dilepas), Alhamdulillah kabar berikutnya yang aku terima adalah bahwa tulisan tersebut tayang.
Rasanya ga henti bersyukur, rasanya pengen senyum terus, rasanya pengen kasih tau orang2....
Terimakasih ya buat semua yang udah support aku... terimakasih banyak.

Alhamdulillah ya Allah.
ps : sebenernya udah lama pengen posting, tapi selalu tertunda...
oya, bukunya udah edar di gramed dan Gunung Agung

Labels: , , ,

La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
Di buku ini, ada karya saya lho... Alhamdulillah....
senang bangetlah rasanya. Walau belum jadi satu buku sendiri, tapi sudah Alhamdulillah banget.
Insya Allah suatu saat nanti bisa bikin satu buku full sendiri dan laris manis tanjung kimpul.
Ini reviewnya, dicomot dari sini...

Labels: , ,

Saturday, April 19, 2008
Parenting Indonesia, April 2008
Alhamdulillah...senang banget...... ada tulisanku yang dimuat lagi di rubrik Refleksi, majalah Parenting Indonesia, judulnya manfaat sekolah. Aku belum nemu filenya, jadi belum bisa apload ke blog.
Isinya tentang manfaat sekolah buat Arka, dan juga buatku. Efek positif dan negatif apa yang terjadi ketika kita menyekolahkan anak sejak dini. Efek negatif yang kemudian menjadi positif juga karena membuat kita berubah ke arah lebih baik.
Semoga sharingku itu berguna....amien....

Labels: , , ,

Monday, April 07, 2008
The Power Of Knowledge
Tuesday, January 24, 2006

The Power of Knowledge
Diam-diam, ternyata udah banyak yang mampir di blog ini (dan yang satunya). Thanks. Tapi herannya, kok pada ga' mau ngasi' komentar di sini ya ?Komentar aku dapetin langsung, or via email dan telepon.Beberapa yang nempel banget di aku adalah.... kurangnya informasi positif yang saya sertakan di setiap tulisan. Oo...bener juga ya...Saya cuma sekedar nulis, nyeritain apa yang saya alami, saya rasain, saya pikirin... tanpa memberi masukan or informasi apa-apa, baik informasi baru, informasi sederhana, or informasi-informasi lainnya buat pembaca.Walau niat saya memang bikin catatan or tulisan-tulisan ringan,tapi saya pikir-pikir ga' ada salahnya memang memasukkan sedikit informasi. Bayangin aja saya jadi pembacanya. Pengen bacaan ringan tapi ada informasi yang bisa saya dapat, tentu senang.So Insya Allah, mulai sekarang (mmm...sebenernya udah mulai sejak saya dapat masukan itu sih), saya pengen nulis yang lebih informatif, tanpa harus ninggalin gaya santai dan ringan.Jadi, mulailah saya membongkar buku-buku lama, dan mengumpulkan buku-buku baru, serta menambah informasi pribadi dengan banyak baca or nonton berita-berita di tv, koran, majalah, plus membuka lebar-lebar mata dan telinga, mendengarkan dan mencatat baik-baik pengalaman orang lain. Sebagai bahan tulisan / catatan saya berikutnya. Kalaupun nanti pembaca menemukan bahwa tulisan saya lebih diwarnai satu sudut pandang, itu karena memang saya kuliah di situ.Kamu akan mulai menulis dari sesuatu yang kamu tahu banyak, kan ?Dan ternyata ya, menulis itu, kalau diseriusi, waduh...persiapannya asik juga. Seperti mengerjakan suatu proyek. Seperti waktu skripsi. Seperti waktu menyiapkan bahan untuk tampil sebagai pembicara di konferensi psikologi internasional di Bali tahun 1997 (thx to all my dosen yang sudah begitu menyemangati saya untuk berani tampil di sana, sudah mempercayai saya dan begitu membantu saya membuat makalahnya. Bu Elmira, Bu Hana, Mba Tuti- apa kabar mbak... kangen deh-, Bu Sawitri - yang sebelum saya maju udah janji ga' akan masuk ruangan, tapi pas saya presentasi sempat dibuat kaku di depan ruangan karena ngeliat sosok Ibu Sawitri di deretan paling belakang sedang khusu ngeliat saya - waduh rasanya mau mati. Saya ini ga' PD banget sama si Ibu. padahal sumpa, Bu Sawitri ini ga' pernah marah lho.....).Dan semua dan semua. Oya, buat keluarga tentu, thx ak lot buat Bapak dan Ibu, untuk doa, kepercayaan,semangat dan terutama untuk tiket pesawat dan hotelnya dan...extend di Balinya,hihihi. Tami Dewi Ali. Juga Muti, untuk menemani masa2 liburannya. Thx a lot.Ups jadi bernostalgia, balik lagi ke soal menulis ya...Saya ga' pernah menganggap menulis itu gampang. Saya bahkan selalu gentar untuk mulai menulis.Ibu Sawitri, dosen yang kemudian saya "jadikan" ibu saya, salah seorang suporter mental saya, dari duluuuu selalu bilang, sebaiknya saya mulai menulis. Ga' usah yang berat-2 (karena saya selalu bilang bahwa saya pengen nulis seperti beliau (beliau adalah pengasuh tetap rubrik psikologi di harian Kompas!). Mulailah dari yang ringan dan sederhana dulu. Dan bla bla bla.Tapi, saya orangnya suka ga' PD kalau menghasilkan sesuatu yang ga' perfect, saya ga' pernah mulai. Ga' berani nulis klu ga' betul-betul nguasain hal tersebut. Dan parahnya, saya selalu ngerasa ilmu yang saya miliki kurang, sehingga ya itu tadi, ga' jadi2 nulisnya. Dan kayaknya kepercayaan seperti ini emang udah runnin' in my family (betul 'kan Tam, Wik, Al ?).Sampai suatu hari beberapa bulan lalu, saya merasa harus bisa ngerjain sesuatu dari rumah. Pilihan saya jatuh pada menulis. Dan mulailah saya menulis.Ternyata memang benar, menulis itu sama sekali ga' gampang. Kalau sebelum "hari itu" saya banyak menulis tapi masih sangat tergantung pada mood, maka sejak saya memutuskan mau menulis, saya paksain nulis walau lagi ga' mood. Dan itu nambah susah pekerjaan menulis, Hehehe.Dan seiring masuknya komentar-komentar yang saya ceritain di awal, saya pun bertekad memperbaiki tulisan saya, terutama ya dibidang keilmuannya itu.Doain ya...
.___________________________________________________________________
Dari buku-buku belajar menulis yang saya baca, dan pengamatan plus pengalaman saya :
1. Menulis harus minat
2. Menulis harus jelas temanya, dan tujuan pembacanya (marketnya -lah)
3. Konsistensi gaya bahasa, alur, dan tokoh kalau ada.
4. Adanya informasi positif yang disampaikan, atau moral of the story.
5. Orisinalitas tema atau gaya penulisan
6. Banyak euy.... rada lieur... hehehe.
Tapi, Alhamdullillah, jika ngerjain sesuatu pake hati, dengan senang, semua jadi menyenangkan.Ok d... wish me luck dan...thx for all support and doa. God bless us all.
posted by Dianibung at
6:09 AM
**tulis ulang dari blog lama yg gak tayang lagi...**

Labels: ,

Wednesday, March 05, 2008
The Power of Language
Aku baru dapat pelajaran berharga tentang bahasa. Maka judulnya aku beri "kekuatan bahasa", bukan yang ini
Bagaimana bahasa yang tidak menyertakan wujud nyata dari mereka yang berkomunikasi, dapat menjadi rancu, dan gagal menjadi ajang komunikasi, karena memiliki kelemahan dalam beberapa hal.
"Manusia dimanusiakan orang lain ketika ia diajak berkomunikasi oleh orang lain." Dan komunikasi adalah bentuk penyampaian ide dari satu pihak ke pihak lain melalui satu bentuk bahasa. Karena itu, komunikasi minimal menyertakan satu orang sebagai pemilik ide atau penyampai dan pihak lain sebagai penerima.
Bahasa sendiri, terbagi lagi dalam beberapa bentuk, tidak harus selalu dalam bentuk untaian kata dalam kalimat. Karena itu, kita mengenal bahasa tubuh, bahasa isyarat, dan lainnya, guna penyampaian informasi tadi.
Bahasa lisan memiliki nilai lebih karena adanya intonasi dari si penyampai, bahasa tubuh, raut wajah, kondisi dan situasi yang menyertai keberadaan bahasa lisan. Dan ternyata faktor-2 faktor ini bukan saja sebagai pelengkap, penyerta, tapi dapat menentukan tersampaikan tidaknya maksud /ide /informasi dari pengirim kepada penerima, dengan tepat.
Suatu kalimat , bahkan satu kata, yang diucapkan dengan intonasi tertentu, ekspresi tertentu, dalam kondisi tertentu, dapat memiliki makna jauh berbeda.
Bandingkan bila kata "tidur" diucapkan dengan lembut dan perlahan, oleh seorang ibu pada suaminya. Bisa jadi, Ibu tersebut sedang memberi tahu suaminya, bahwa anak mereka sedang tidur.
Tapi bila kata "tidur" diucapkan dengan tajam dan keras, disertai telunjuk teracung, dan disertai tatapan mata "menyuru", maka bisa jadi, si ibu sedang menyuruh anaknya tidur.
Beda sekali bukan ?
Dan karena aku baru saja mendapat pelajaran berharga tentang hal ini, hari ini, maka aku memutuskan bertindak lebih bijak bila berbicara non lisan.... dan tentu saja lisannya pun harus terjaga.
Doakan, dan...amien.

Labels: , ,

Tuesday, March 04, 2008
Artikel Bully
Buat yang butuh info tentang Bully / Bullying, berikut artikelku di www.ibuhamil.com, artikel tentang Bully yang aku tulis karena belakangan banyak pertanyaan tentang ini.
Semoga membantu

Labels: , ,

Sunday, February 03, 2008
Tips Memilih Sekolah Anak

SEKOLAH UNTUK ANAKKU, yang mana ya ?
(dimuat di School News PG Rumah Kita, Bogor, June 07)
Bulan-bulan ini pasti banyak orang tua yang sudah mulai hunting sekolah-sekolah untuk anak-anaknya. Termasuk banyak orang tua dari murid-murid di Rumah Kita yang di tahun ajaran mendatang ini meninggalkan Rumah Kita untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu TK.

Anak usia TK termasuk dalam kelompok anak usia dini (2-6 tahun) dengan karakteristik berikut : ada usaha anak untuk mengendalikan lingkungan dan mulai menyesuaikan diri secara sosial, menunjukkan ketertarikan atau keingintahuan tentang lingkungan sekitarnya, dan kecenderungan anak untuk mengikuti cara berbicara atau perilaku orang-orang di sekitarya, dan mulai tampak kreativitas pada diri anak. Dan memang itulah tugas perkembangan seorang anak usia dini. Berdasarkan karakteristik ini, kiranya penting bagi orang tua untuk mencari sekolah yang menunjang karakteristik perkembangan anak usia tersebut. Sehingga kegiatan mencari informasi dari berbagai sumber (mulai dari sharing pengetahuan dengan ibu-ibu lain, tanya-tanya saudara, tetangga, sampai datang sendiri ke sekolah incaran untuk mencari info kurikulum, fasilitas belajar mengajar dan bermain, sampai bentuk bangunan dan yang tak kalah penting adalah uang pangkal dan uang bulanan), menjadi lebih terarah. Informasi yang penting diketahui adalah :

1. Perhatikan kurikulum sekolah, materi dan cara penyampaian materi. Seharusnya kurikulum, materi dan teknik pengajaran mengacu pada tugas perkembangan anak usia dini dan disampaikan dalam suasana bermain yang riang, santai namun juga disiplin secara tepat. Jangan ragu untuk meminta penjelasan mengenai kurikulum, materi, dan teknik yang tidak anda mengerti. Sekolah yang baik dengan senang hati akan menyertakan maksud dan tujuan masing-masing modul.

2.Frekuensi kelas yang disediakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan murid-murid, sesuai kelompok usianya. Untuk usia 4-6 tahun atau TK, frekuensi yang sesuai adalah tiga hingga 5 kali seminggu, masing-masing dua jam.

3.Perhatikan lokasi, fisik bangunan dan fasilitas yang ada.
a. Lokasi sekolah penting menjadi pertimbangan karena jauh dekatnya lokasi dapat mempengaruhi kondisi dan perkembangan anak. Dengan kendaraan pribadi atau antar jemput, anak tetap akan merasa lelah jika jarak rumah dan sekolahnya jauh. Malah, sebetulnya, menggunakan antar jemput cenderung lebih membuat anak-anak tidak dapat beristirahat karena ada teman-teman yang menggodanya untuk terus bermain. Dengan jarak yang jauh, berarti anak harus bangun lebih pagi. Berarti pula waktu istirahatnya mungkin sekali berkurang. Akibatnya, di sekolah anak menjadi mudah mengantuk, mudah lelah, mudah marah yang semuanya berdampak buruk bagi aktivitasnya dalam belajar maupun bersosialisasi.Pulang sekolah, anak lelah dan ingin cepat beristirahat. Bisa jadi, anak pun menghabiskan makan siangnya di dalam kendaraan. Akibatnya, anak menjadi letih berlebihan, tidak fit, mudah marah dan melakukan aktivitas dalam sisa harinya dengan konsentrasi lemah.
Selain itu perhatikan factor keamanan, dekat tidak dengan jalan raya, pagar, satpam, dekat rumah sakit, pasar, dll.
b. Kondisi fisik sekolah penting diperhatikan karena menyangkut keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Rinciannya :
1. Faktor terakhir yang sebetulnya paling penting adalah kebersihan. Terutama ruang kelas, kantin, kamar mandi dan tempat sampah.
2. Lahan yang cukup besar dan bebas dari bahaya (tidak banyak kaca, tidak ada benda-benda tajam –misalnya kayu berpaku bekas bangunan-, tidak ada binatang liar / buas, mainan yang aman dan tidak ada benda tajam atau cat yang berbahaya – ayunan dari plastik yang kuat, mobil-mobilan yang tidak mudah rusak, sepeda yang bekerja dengan baik ) untuk melatih kemampuan motoriknya.
3. Kamar mandi khusus anak-anak Peralatan kamar mandi dalam ukuran kecil dan tinggi yang sesuai dengan tinggi rata-rata anak,
4. Adanya aliran udara yang baik dan sinar matahari yang cukup terutama di ruang kelas dan ruang bermain. Karena di kedua tempat inilah anak paling banyak menghabiskan waktunya selama di sekolah.
5. Ruang kelas memiliki tata ruang yang lega dan menyenangkan. Standar ukuran ruang adalah jumlah anak dikali satu meter persegi. Dengan asumsi setiap anak membutuhkan satu meter persegi untuk leluasa bergerak.
6. Kantin bersih dan sehat, bebas dari jajanan yang mengandung MSG atau makanan tidak sehat lainnya.
7. Biaya. Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Walaupun, tak dapat dipungkiri, biaya yang tinggi seharusnya diwujudkan dalam kondisi fisik sekolah yang ideal, fasilitas yang memuaskan, dan guru-guru yang terpercaya.

Satu lagi yang harus dicermati adalah jaminan atau upaya ketersediaan biaya sekolah bagianak hingga setinggi-tingginya. Jangan sampai biaya habis ketika anak akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi hanya karena salah strategi dengan memilih pendidikan dasar dengan biaya tinggi yang membutuhkan usaha ekstra untuk pengadaannya. Sehingga tidak tersisa biaya lagi untuk selanjutnya.

Setelah kegiatan panjang mulai dari mempertimbangkan perlu tidaknya si kecil masuk sekolah, macam sekolah yang dicari, sampai mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan, maka akhirnya tibalah saatnya anda menyiapkan buah hati anda untuk bersekolah. Apa saja yang perlu anda siapkan :
1.Kondisi mental.
Ini berlaku bagi anda sebagai orang tua dan anak anda. Mencakup di dalamnya kondisi emosi anak. Bagi orang tua, anda harus menyiapkan diri untuk melepas anak anda , walau hanya beberapa jam beberapa hari seminggu, berada di bawah pengawasan orang lain.
b.Beberapa waktu sebelum anak mulai bersekolah, rajin-rajinlah bercerita tentang sekolah dan kondisi yang akan dihadapi anak. Ceritakan bahwa ia tidak lagi pergi bersekolah di Rumah Kita, tapi di TK Anu. Bahwa ia tidak lagi bertemu dengan Atya, Sekar, Rayhan atau lainnya,juga tidak ada lagi bu Wini, Bu Ira atau Bu Tisna, tapi akan bertambah teman lain dan juga guru lain. Jika mungkin, mintalah waktu pada sekolah tujuan agar anak dapat mengikuti kelas percobaan. Lihat reaksi anak, apakah ia suka dan cocok sekolah di situ.
2. Kondisi Fisik. Anak usia prasekolah cenderung memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Karena itu penting sekali untuk menyiapkan kondisi fisik yang prima ketika anak akan sekolah. Karena akan berpengaruh pada kemampuannya menyerap materi pelajaran dan sosialisasinya.
Maka dari itu penting bagi orang tua untuk :
1.Memberikan makanan dan minuman kaya gizi agar kondisi fisik anak prima.
2.Memberikan waktu istirahat yang cukup.
3.Segera membawa anak ke dokter jika terkena penyakit
4.Tidak menyekolahkan anak ketika anak sakit atau menjelang sembuh. Anak yang belum sembuh betul tapi sudah beraktivitas, akibatnya akan mudah terserang penyakit lagi. Selain itu, ia dapat menularkan penyakitnya pada anak lain.
2.Kognitif. Mulailah mengajari anak untuk melakukan sendiri kegiatan pribadi yang mudah. Misalnya mencuci tangan, menyuap makanan, dan minum. Namun, tetap harus diingat bahwa mengajari keterampilan ini harus dilakukan dengan perlahan dan sabar dan tidak akan berhasil dalam waktu singkat.
3. Motorik. Membantu perkembangan motorik halus dan kasar yang sesuai dengan usianya untuk kelancarannya di sekolah dengan permainan yang menunjang. Pada usia TK seorang anak diharapakan mampu berlari, melompat menendang, melempar bola, memegang alat tulis, memegang sendok dan garpu, menggambar bola, segi empat, meremas kertas, membalik halaman buku, menyusun balok dan lainnya.
Akhirnya,setelah anak siap dan sekolah baru sudah dipilih, maka kini tibalah waktunya berpisah dengan teman-teman dan guru-guru tercinta. Selamat berlibur dan selamat masuk ke tahap perkembangan selanjutnya.

Labels: , , , ,

Thursday, January 24, 2008
Love is Guava Juice
Ini cerita tentang cinta dan jus jambu biji. Belum pernah dengar ? Tentu aja belum , karena aku yang ngarang semua cerita ini, tadi siang.
Suatu hari, saya ingin membuat kalimat cinta yang puitis untuk status di YM saja. Saya ingin sesuatu yang berbau cinta. Karena belakangan saya dihujani cerita cinta yang indah dan yang tidak indah.
Lalu, saya pastikan bahwa kalimat itu mengandung kata cinta. Saya juga ingat jus jambu biji yang baru saya beli. Maka : Jadilah status YM saya : “Cintamu seperti jus jambu biji”
Nah untuk mereka yang sudah nge-YM saya khusus untuk nanya artinya (jeng Rani, Jeng Indah, Mba Lina, danUwie) dan yang khusus nelpon saya (mas Hari dan Lia), berikut ceritanya :
Jambu Biji saya pilih karena kebetulan saya baru beli. Tapi, juga (dan lebih karena) jambu biji itu sehat dan sedang populer. Warnanya pun pink....warna yang biasa dipake untuk melambangkan cinta.
Jus Jambu Biji, dikenal banyak manfaatnya.
Dan begitulah seharusnya Cinta. Bikin yang ngerasain sehat, bugar, semangat...pokoknya bagus.
Tapi, begitu kamu salah pilih buahnya (begitu ya mas Hari), salah memprosesnya, ya bijinya kebawalah, ya bijinya ketelenlah, ya buahnya udah jeleklah, ya udah kelamaan diproseslah, maka yang ada hasilnya jelek, bikin sakit usus buntu, bikin eneg, bikin kewalahanlah pokoknya.
Nah kalau sudah begitu, apa bedanya sama cinta ?.

Coba kamu salah pilih calon, salah pilih yang dicinta, runyam kan urusannya ? Warna mungkin bisa sama pink, tapi.... rasanya...?? efeknya ? ugh, boro-2 bikin sehat, boro-2 bikin bahagia, boro-2 bikin semangat. Yang ada, nangis semalaman.
Lalu, gimana kalau cinta yang sudah ada, buahnya gak salah pilih, tapi prosesnya gak ok ?Hm... emangnya apa sih proses cinta ?

Pemahaman, pengertian, kesabaran, kesediaan untuk berterus terang (hey, ini nanti harus dibahas sendiri, bahwa keterusterangan, keterbukaan, bukan bawaan, tapi harus ada kesediaan untuk melakukannya), kejujuran, KESETIAAN, dan banyak lagi. Semua harus diramu dengan pas dan up to date.Halah, up to date dalam urusan cinta ? Iyalah...masa mau berlaku gitu-2 aja, sementara masing-masing individunya juga berkembang toh ? (nah ini juga kudu dijadiin topik bahasan sendiri nanti).
Kalau sudah buahnya ok, prosesnya ok, kemasannya ok gak ? nah ini jangan lupa ....

Gimana kamu harus nunjukkin perasaan cinta kamu secara pas dan sesuai ama pasangan kamu. Bisa aja kamu cinta setengah mati, lalu sudah mengerti si cinta setengah mati, tapi gak kamu tunjukkin, ya sama juga boonglah. Darimana si pasangan tau kamu seperti itu kalau kamu gak nunjukkin kan.....

Kalau sudah dijabarkan gini (aduh bahasanya jadul banget ya...dijabarkan), kamu bisa liat kan persamaannya ? Bahwa cinta sama dengan jus jambu ?

Labels: ,