Waktu dinyatakan tulisanku layak tayang di sini, tentu saja hati berbunga-bunga. Nano2. Senang, gembira, dan ada perasaan...oh bener berarti aku bisa juga nulis.
Perasaan ini, catet ya, ga berarti lalu aku merasa sudah canggih menulis. Oh no banget! Jauh banget itu. Justru ya, dengan dimuatnya satu ini, aku merasa tertantang untuk terus menulis yang bagus2, supaya terus dapat tayang dimana-2. Gak Cuma sekali lalu hilang.
Alhamdulillah, tulisan di sini Cuma sekali tulis.
Pertama nulis, ceritanya berbingkai imajinasi. Lalu kata mba Asma, tulisan dengan tema sama ada dua, tapi yang aku punya itu gak bisa “diikutsertakan” karena menggunakan bingkai imajinasi.
Pertama nulis, ceritanya berbingkai imajinasi. Lalu kata mba Asma, tulisan dengan tema sama ada dua, tapi yang aku punya itu gak bisa “diikutsertakan” karena menggunakan bingkai imajinasi.
Lalu aku minta dikasi kesempatan tulis ulang (tema sama, bingkainya dilepas), Alhamdulillah kabar berikutnya yang aku terima adalah bahwa tulisan tersebut tayang.
Rasanya ga henti bersyukur, rasanya pengen senyum terus, rasanya pengen kasih tau orang2....
Terimakasih ya buat semua yang udah support aku... terimakasih banyak.
Rasanya ga henti bersyukur, rasanya pengen senyum terus, rasanya pengen kasih tau orang2....
Terimakasih ya buat semua yang udah support aku... terimakasih banyak.
Alhamdulillah ya Allah.
ps : sebenernya udah lama pengen posting, tapi selalu tertunda...
oya, bukunya udah edar di gramed dan Gunung Agung
Labels: Dyari, media, Pengalaman, Tulisan


0 Comments:
Post a Comment
<< Home