Friday, March 23, 2007
Menurut saya tentang....BC
Again , tentang ciklit dan tinlit.
Baru aja selesai baca ciklit ngetop di zamannya. Memang aku telat banget bacanya. Karena, pertama, kapok baca tulisan penulisnya setelah baca ciklit pertama dia, yang ngetooop abis tapi ga ngeklik banget ama aku.
Kedua, karena, ngerasa ga tertarik, mending baca buku lain
Ketiga, karena….apa ya ? males aja kali J

Herannya, ciklit ke dua tulisan si dia ini aku suka. Dia udah bisa ngehubungin clues yang dia buat dengan sesuatu yang berarti. Ga’ asal detil sembari ga guna, seperti kebanyakan tulisan dan film indo lainnya. Apa yang dia bikin pembaca bertanya-2 di awal, ternyata emang nyambung alias ada keterangannya di belakang.

Ceritanya juga membumi banget, alias mungkin banget terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.

Trus, yang aku kagumi lagi, ada juga informasi dan poin-poin penting tentang kehidupan yang bisa disimak pembaca. Misalnya tentang perempuan atau laki-laki yang menjadi atau mencari “trophy”, keharusan bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu (sementara ada juga orang yang semua kemudahan seperti lari padanya J), impulsive buyer vs shopaholic, dan yang jadi favorit aku adalah, kebebasan mencintai dan dicintai di rumah kakak si tokoh. “dalem” banget gitu.

Cuma nih ya…Cuma…. (setelah segala pujian, kini saatnya pembantaian, hahahah, enggalah…sapa juga aku mbantai penulis beken)

Ada satu chapter yang aku ga liat korelasinya dengan keseluruhan cerita. Bisa jadi terkesan Cuma buat nambah-nambahin halaman. Padahal, dengan alur cerita yang dia buat, aduh, kayaknya bab itu mending dimusnahin aja dan diganti dengan cerita lain yang lebih menarik. Sampai sekarang aku masih mikir, kenapa ada bab itu. Judul bab itu menarik banget, tapi setelah tuntas baca bab itu, jadi bengong sendiri, apa sih gunanya bab ini ? Kalu pun judulnya diganti, ya tetep aja, ga guna, atau sedikit sekali impactnya ke keseluruhan cerita. Atau judul tetep, tapi isinya diganti yang lebih “berat”.

Dan satu lagi, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang luar biasa campur aduknya. Gila bener. Awalnya, ini terasa sangat gaul dan mengasyikan, lama-lama…eneg juga. Bayangin ya, semua tokoh dibuat ngomong dalam bahasa campur aduk dan termasuk narasinya. Lalu, ada nih, kalimat panjang yang semuanya inggris, hanya dipotong kata sambung berupa, “saya pikir” dengan bahasa Indonesia, lalu Inggris lagi. Waduh…kenapa ga’ semua Inggris aja sih ?

Ada juga satu kenyataan aneh ketika seseorang yang baru kenal dengan cueknya menelepon seseorang yang baru dikenalnya itu lewat tengah malam. Agak berlebihan ya sepertinya.

Nah di luar itu semua, ciklit itu ga aku gudangkan seperti buku lain yang saya anggap ga berguna. Ciklit itu dijejer bersama buku-2 lain yang saya anggap berarti.

Mau tau judulnya ?? Beauty Case!!

Chapter yang aku ga suka banget, chapter Wawa’s aggression
Kalimat panjang dalam bahasa Inggris yang terpotong kata sambung indo secuil, ada di halaman …duh…bukunya udah ketimbun…ntar deh klu ketemu saya susulin, hehe.______________________________________

Labels: ,