Monday, November 27, 2006
Thanks God for My Day
Thanks God
For the love in my life
for happiness and goodthings 've happened in me

for every step I've made
ev'ry single thing I've done
evry single thing I've thought

for everythings.....

Thanks God for my day
and days
and (next) days


Amien
Friday, November 17, 2006
Ciong 1
Tuesday, October 10, 2006


Waktu kerja, ada temen saya yang selalu aja bikin saya jengkel. Sebut aja A. Ujung-ujungnya, klu saya dan dia ngobrol, pasti aja ga enak.Teman saya yang lain, X, bilang, itu berarti saya dan A ciong. Atau ga cocok auranya. Atau ga sama frekuensinya. Atau udah subyektif duluan. Atau apa ajalah, yang intinya , saya dan A, emang ga bakal damai. Ngebahas masalah yang netral aja bisa ribut. Padahal klu mbahas masalah lain yang lebih “berat” dengan teman selain A, malah biasa aja.Mungkin, kamu juga pernah ya punya pengalaman begitu ?Nah, hari ini saya kepingin ngomongin soal ciong ini.Walau saya udah ga’ kerja dan pertemanan saya dengan A sebatas “say hi”, tapi ternyata saya ketemu orang lain lagi yang saya curigai, ciong dengan saya.Dan berhubung X sudah lama ga kontak, akhirnya saya mutusin untuk nanya soal ciong ini sama teman maya saya (tapi dia nyata lho, bukan teman imaginer), Cika.Berikut petikan chatting saya ma Cika soal Ciong :
Dian Ibung: Cika...halo...mo nanya nih
Cika : iya dian, silahkan
Dian Ibung: klu ciong itu dalam bahasa chinese, artinya musuh ya ?
Cika .: hmm, clash, selalu bertentangan gitu.
Cika .: ciong itu gini :yang tadinya ngg aada masalah, kalo kita deket2, bisa jadi bermasalah. Biasanya kalo orang percaya, mendingan ngga mau deket2 kalo tao ciong
Dian Ibung: jd ciong itu antar orang ?
Cika .: ngga cuma antar orang
Cika .: ada yang ciong ngeliat orang sakit
Cika : yang ciong sama shio tertentu
Cika .: ada yang ciong sama tempat tertentu, misal rumah duka ato rumah sakit
Cika .: tergantung kita percaya atao ngga gitu sih
Cika .: ngga selalu ribut, tapi kadang bisa bawa ketidak beruntungan juga
Cika .: jadi ketemu gpp, tapi tiap abis ketemu kena sial gitu
Cika .: ya ini sih kalo percaya ajaDian Ibung: oh gitu. Aq pikir cuma orang
Dian Ibung: kitanya tau darimana klu kita ciong ama seseorang atau sesuatu itu
Cika .: ya ke orang2 pinter gitu.Yang bisa liat2 itungan ari, tanggal lahir dsb
Dian Ibung: mo nulis di blog nih, Cika jadi narasumber ya
Cika .: loh loh ?
Hehe, udah publish nih Cik…thx a lot ya..sie sie…Klu ada yang punya info tambahan, boleh lho dikasih tau aku.

posted by Dianibung at 6:38 AM 3 comments links to this post
Film 2

Film lagi
Semalem, pas kebangun selagi migren itu, malah dapat ide nulis ini. Aneh kan... ;-)Dari muda sampai sekarang, aku termasuk penikmat film. Dulu, ga' cuma film, tapi juga sandiwara (di TV dulu kan ga ada sinetron. Adanya sandiwara. Yang seangkatan aku pasti pada inget kan...).Nah, dulu itu, aku menikmati film bener-bener sebagai visualisasi dari khayalanku. Tanpa embel-embel apa-apa. Seingatku, itu jaman-jamannya film Tom Sawyer (buku ceritanya dikarang Mark Twain), filmnya Grimms brother, Superman 1 , 2 dan sequel2nya...trus klu film Indonesianya, film Nakalnya anak-anak, ratapan anak tiri, Rano Karno and Lydia Kandau, film-filmnya Warkop (tapi film warkop dan ratapan anak tiri sih dari dulu itu aku ga' suka. Cuma berhubung ga ada film lain...ya terpaksalah. Belakangan malah sama sekali ga mau nonton).Lama-lama aku mulai melihat film dari sisi cerita dan acting pemainnya. Mulai ga’ terima klu isi cerita ga’ masuk akal.Klu isi film aneh, aku mulai mikir. Emang ada ya cerita kayak gitu dalam kehidupan sehari-hari. Inget dong film Catatan si Boy yang fenomenal itu ? Nah walau termasuk yang “terseret” wabah si Boy, tapi aku udah mulai mempertanyakan kesempurnaan si Boy.
Aku juga merhatiin beda film Indonesia dengan mayoritas film Amerika / Inggris. Film luar, umumnya sarat detil yang bermakna. Sementara film kita ? duh maaf ya, banyak detil yang ga’ berguna. Seringkali detil yang ditunjukkin ga’ ada kaitan apa-apa sama cerita film keseluruhan. Lihat film Six Sense…banyak sekali detil yang , kemudian, kita kenali sebagai clues untuk keutuhan cerita. Ingat scene apel, kursi dan peralatan makan yang siap untuk satu orang, dll. Nah film Indo yang lumayan, Arisan! Detilnya udah bermakna. Akting pemainnya juga ok banget. Perhatiin aktingnya Surya Saputra. Gaya dia duduk, negakkin punggung, nggeser duduk...duh so gay gitu lho (pst...postingan SS bakal berlanjut nih, ada cerita sendiri). Jangan bicara Arisan! yang di tv ya...udah masuk ngebosenin pleus bertele-tele menurutku.
Akting pemain juga masuk pengamatan. Yang menurutku bagus : Ria Irawan, Meriam Bellina (yang jaman dulu ya, bukan ketika sekarang main sinetron ya. Sekarang dia hiperbola banget deh aktingnya), Lydia Kandou.Step berikutnya, perhatianku bertambah lagi. Ada factor kostum dan make-up masuk perhatian. Menarik banget ngebayangin aku diserahin tugas ngatur kostum dan make up suatu film. Soalnya, aku sering gemes liat film Indonesia yang ga match kostum, make up ama perannya. Yang aku suka serial desperade housewife. Masing-masing peran pas banget dan konsisten dengan penampilannya.Lalu bertambah lagi ke teknik pembuatan.
Baca ini deh (klu ga nge-link, cari yg judulnya memiliki selera humor berbeda) . Nah, lama-lama aku juga ketularan. Aku mulai suka merhatiin teknik pengambilan gambar, pencahayaan, lokasi, dll. Suka mikir-mikir, kenapa untuk acting ini ngambil gambarnya di sini, lokasi di sini. Kenapa cahayanya gini dan gitu.Terakhir, aku suka merhatiin posternya. Nyambung ga’ ama isi film. Kenapa dari sekian adegan.scene, dipilih gambar yang itu untuk posternya. Bukankah poster = ringkasan isi film itu ? dan selayaknya mewakili isi film pleus menarik perhatian penonton ? Coba perhatiin film Banyu Biru yang posternya komedi sementara isinya serius. Kira-kira apa dasarnya ya bisa diputusin bertentangan begitu ? Ada yang tau ?
posted by Dianibung at
5:14 AM 1 comments links to this post
Film 1
Semalem, pas kebangun selagi migren itu, malah dapat ide nulis ini. Aneh kan... ;-)

Dari muda sampai sekarang, aku termasuk penikmat film. Dulu, ga' cuma film, tapi juga sandiwara (di TV dulu kan ga ada sinetron. Adanya sandiwara. Yang seangkatan aku pasti pada inget kan...).
Nah, dulu itu, aku menikmati film bener-bener sebagai visualisasi dari khayalanku. Tanpa embel-embel apa-apa. Seingatku, itu jaman-jamannya film Tom Sawyer (buku ceritanya dikarang Mark Twain), filmnya Grimms brother, Superman 1 , 2 dan sequel2nya...trus klu film Indonesianya, film Nakalnya anak-anak, ratapan anak tiri, Rano Karno and Lydia Kandau, film-filmnya Warkop (tapi film warkop dan ratapan anak tiri sih dari dulu itu aku ga' suka. Cuma berhubung ga ada film lain...ya terpaksalah. Belakangan malah sama sekali ga mau nonton).
Lama-lama aku mulai melihat film dari sisi cerita dan acting pemainnya. Mulai ga’ terima klu isi cerita ga’ masuk akal.
Klu isi film aneh, aku mulai mikir. Emang ada ya cerita kayak gitu dalam kehidupan sehari-hari. Inget dong film Catatan si Boy yang fenomenal itu ? Nah walau termasuk yang “terseret” wabah si Boy, tapi aku udah mulai mempertanyakan kesempurnaan si Boy.

Aku juga merhatiin beda film Indonesia dengan mayoritas film Amerika / Inggris. Film luar, umumnya sarat detil yang bermakna. Sementara film kita ? duh maaf ya, banyak detil yang ga’ berguna. Seringkali detil yang ditunjukkin ga’ ada kaitan apa-apa sama cerita film keseluruhan. Lihat film Six Sense…banyak sekali detil yang , kemudian, kita kenali sebagai clues untuk keutuhan cerita. Ingat scene apel, kursi dan peralatan makan yang siap untuk satu orang, dll. Nah film Indo yang lumayan, Arisan! Detilnya udah bermakna. Akting pemainnya juga ok banget. Perhatiin aktingnya Surya Saputra. Gaya dia duduk, negakkin punggung, nggeser duduk...duh so gay gitu lho (pst...postingan SS bakal berlanjut nih, ada cerita sendiri). Jangan bicara Arisan! yang di tv ya...udah masuk ngebosenin pleus bertele-tele menurutku.

Akting pemain juga masuk pengamatan. Yang menurutku bagus : Ria Irawan, Meriam Bellina (yang jaman dulu ya, bukan ketika sekarang main sinetron ya. Sekarang dia hiperbola banget deh aktingnya), Lydia Kandou.
Step berikutnya, perhatianku bertambah lagi. Ada factor kostum dan make-up masuk perhatian. Menarik banget ngebayangin aku diserahin tugas ngatur kostum dan make up suatu film. Soalnya, aku sering gemes liat film Indonesia yang ga match kostum, make up ama perannya. Yang aku suka serial desperade housewife. Masing-masing peran pas banget dan konsisten dengan penampilannya.
Lalu bertambah lagi ke teknik pembuatan. Baca ini deh (klu ga nge-link, cari yg judulnya memiliki selera humor berbeda) . Nah, lama-lama aku juga ketularan. Aku mulai suka merhatiin teknik pengambilan gambar, pencahayaan, lokasi, dll. Suka mikir-mikir, kenapa untuk acting ini ngambil gambarnya di sini, lokasi di sini. Kenapa cahayanya gini dan gitu.
Terakhir, aku suka merhatiin posternya. Nyambung ga’ ama isi film. Kenapa dari sekian adegan.scene, dipilih gambar yang itu untuk posternya. Bukankah poster = ringkasan isi film itu ? dan selayaknya mewakili isi film pleus menarik perhatian penonton ? Coba perhatiin film Banyu Biru yang posternya komedi sementara isinya serius. Kira-kira apa dasarnya ya bisa diputusin bertentangan begitu ? Ada yang tau ?
posted by Dianibung at 5:14 AM 1 comments links to this post
Sunday, November 12, 2006
Tabloid semua sukses

Tabloid peluang usaha.
Kok semua usaha sukses banget ya. Apa iya apa engga ?

Hm...jadi mikir-mikir.
Mending aku jadi pengusaha dong.... (tapi usaha apa ya ?)
Doughnuts ga kreatif
Ini donut merk terbaru. Tapi rasanya biasa aja. Apalagi tampilannya. Cenderung ga menarik banget. Sementara merk lain udah tampil dengan gaya yang rupa-2, dia malah cenderung monokromatik gitu.
Eh tapi yang bentuknya bintang itu enak juga
Saturday, November 11, 2006
Launching new blog layout
Blog ini udah lumayan lama jadi. Tapi launchingnya ketunda terus. Mungkin udah ada beberapa yang mampir sini dan menemukan blog ini kosong.
Tadinya sih pengennya publish pas semua
tulisan diblog lama udah dipindah kesini. Tapi ternyata ada problem yang bikin postingan-postingan diblog lama, ga bisa diakses. Sayang sekali.

So, akhirnya aku putusin, daripada ga’ maju-maju. Aku harus mulai mosting di sini dan merelakan blog lama “hilang”dulu. Nanti , kalau udah bener, baru deh aku beresin lagi.

So, blog ini adalah hasil “terjemahan”
Ria W. Pardijatmo atas ide-ideku untuk nerjemahin ideku mengganti layout blog lama dengan sesuatu yang “Dian banget”. Rese’nya, ide yang aku mau udah ada di otak, tapi ga’ bisa dengan jelas aku terjemahin ke Ria (halah, katanya pengen jadi penulis, certain gitu aja ga bisa ya…hiks). Parahnya lagi, begitu Ria munculin ide, aku dengan kreatif langsung bisa “mengkoreksi”. Nyebelin banget kan ? Dalam hati sih udah takut banget ibu Ria ini ga mau nerusin proyek renovasi layout J Tapi tetep aja ga ketahan klu ga kreatif ngasi masukan. Alhamdullillah, ternyata ibu Ria dengan baik hati tetap meneruskan dan, malah akhirnya bisa bikin layout blog lebih indah dari bayanganku.

Setelah melalui entah berapa kali email, chatting (chattingnya lumayan jarang karena ga dapet waktu yang sama aja. Malah seringan saling ninggalin offline message aja), masa-masa bulan ramadhan yang dilalui dengan pemilihan dan kirim2 foto bakal cover, finally……
Proudly present this new blog :-)

Setulus hati saya berharap bahwa apa yang saya posting diblog ini dapat berguna buat para pembaca, langsung ataupun tidak, in one way another.

Thanks a bunch to :
Allah SWT. Untuk setiap detiknya, setiap tarikan nafas, setiap ketikan di keyboard dan kata-kata yang terjalin di layar, evry pictures I took, semuanya…Alhamdullillah.
1. Arka, karena ngerelain aku berjam-jam di depan kompie, sementara kamu main ama si mbak or terkantuk-kantuk nonton cartoon hanya karena akunya masih sibuk di depan kompie L
2. Suami, I luv u and yeah, I think I’m an online mum, hehehe.
3. Keluarga di Bandung, Bapak Ibu, Ali, Tami Dicky Dita Aya, Keluarga di Jakarta : Dewi Irwan Raisa, Myra; semua deh.
4. Ria W Pardijatmo, untuk menjadikan blog ini nyata, dengan segala prosesnya ;-)
5. Ria Winanda, for the lovely pictures. For our chit chat every most of the lonely nights. Your support and ideas through all things. Keep up the a good work dear. I’m prod of you sis…
6. Gustaviyano Sumampow, my friend indeed. Can’t say a beautiful words for u. Just a simple thx with a smile, smile, smile. Success for you No...always and be careful what u do!
7. Na, for the spirit, keep Caiyo!
8.
Teh Molly, untuk info2nya (termasuk info tentang ibu designer blog ini) pleus chating2 kita yang kadang “ngalor ngidul” kadang “dalem" banget.
(Untuk Mia, kayaknya tentang lo aku tulis dalam postingan khusus aja ya... asyouwish gitu...).

***Teh Readers, keep visit ya ….***

Ok deh...aku mulai aja ya postingan yang baru…..selamat membaca!!