Thursday, September 27, 2007
Blogger Abu-abu
Sumpe, ga sangka banget, postingan ini (klik di sini), berakibat begini (klik di sini)

Selama ini, ”lempar-lemparan” PR sudah biasa di kalangan blogger. Biasanya sih, semua senang. Yang dilempar senang yang melempar juga senang. Tapi, memang selalu, ada sesuatu untuk pertama kali. Seperti kejadian ini.

Orang yang saya lempar, ga senang, ngedumel, dst karena lemparan saya itu. Dia keberatan banget. Katanya, ga bermaksud menyinggung saya, bahwa itu adalah pekerjaan kurang penting dan tidak berguna. Karena tujuan utama dia ngeblog adalah untuk menjalin komunikasi yang murah dengan keluarganya.

Tapi, sambil misuh-2 tadi, PR-nya dikerjain juga. Walau dia rubah, 8 habits jadi 8 facts.

Saya jadi terdiam, bengong...Waduh, Ramadhan nih, godaan-godaan............

Inti lempar-2an PR yang saya tangkap (dan beberapa teman blogger yang –jadinya, karena kasus ini- saya tanya pendapatnya) adalah :

Menjalin silahturahmi. Karena biasanya, semakin sering kamu dilempar dan melempar PR , itu artinya kamu makin banyak teman bloggernya. Makanya, biasanya orang senang dilempar dan melempar.
Membuka diri. Karena biasanya, PR berisi suatu penjelasan tentang kamu. Ga melulu pribadi kamu, bisa aja cuma isi tas kamu, cuma hal-hal yang terakhir kamu kerjain, dst-nya. Tapi semuanya tetep bisa menceritakan diri kamu.
Itu bikin kamu semakin dekat (dan didekati) teman-2 blogger
Bukan sesuatu yang wajib. PR bukan sesuatu yang wajib kudu harus dikerjakan. Sama sekali bukan. Not a must have thing –lah. So, wajar aja, biasa aja klu seorang blogger ga mo ngerjain PR yang dilemparin ke dia. Biasanya sih si korban melapor ke tertuduh bahwa korban tidak bisa (karena ga mau, karena ga suka topiknya atau sibuk atau apa aja lah sebabnya) ngerjain PR tersebut. Dan, tentu, pelempar juga ga akan maksa. Monggo silahkan yang enaknya gimana...

Nah dengan rumusan di atas (rumusan yang ga baku pula), saya jadi menyayangkan sikap salah seorang korban pelemparan saya itu.

Dia ngerjain PR-nya, tapi sambil ngaku keberatan... lha terus gimana maksudnya ? Makanya saya kasih judul postingan ini Blogger Abu-abu.
Sebab dalam psikologi, jika ada ketidakjelasan dalam sesuatu hal, atau sesuatu itu banyak faktornya, ga bisa secara jelas langsung dibilang hitam atau putih, maka kita sebut "Grey Area"

Sungguh saya ga sangka blio orang yang seperti itu karena , walau dia ngakunya blognya bertujuan untuk mendapatkan alat komunikasi termurah dengan keluarganya (dia tinggal di LN), tapi dia rajin berkunjung ke blog saya (dan blog-2 orang lain). Jadi saya kira dia pun seperti blogger lain
....(makanya, don't jump into conclusion ya jeng.... salah kan.... hehe)

Keknya, mending dia ga’ usah ngerjain PR aja ya...toh ga ada sangsinya. Daripada gini, malah bikin ga’ enak....

Fiuh...ada-ada aja.... tapi ya itulah, selalu ada pertama kali, sesuatu ada yang pertama.
Dan jangan lupa, bahasa tulisan seringkali bermakna lain karena ketiadaan faktor temu muka yang memungkinkan terlihatnya intonasi, raut wajah / ekspresi, suasana, dan seterusnya.

Labels: , , , , ,

Wednesday, September 19, 2007
Tulisanku di media lagi
Gawat nih, kelaman liburan, aku jadi kelewat postingan di sini.
Alhamdullillah, ada 2 lagi tulisanku yang di muat di media bulan September 2007 ini.
Yang satu jadi narasumber di Herworld (lagi), tentang love (nanti ya postingannya), dan satu lagi tips aku untuk anak-anak yang dimuat di Parenting Indonesia dengan foto Arka di kolom itu :-)
Nah sekarang, aku lagi semedi lagi nih, lagi menggarap otak untuk mengerjakan suatu proyek. Doakan.
Oya, maaf lahir batin ya buat semua, selamat menunaikan ibadah puasa.

Labels: ,

Sunday, September 02, 2007
Pikir-2 kalau Ngadu
Sore-2, iseng-2 jajan somay di MM Juice.
Memang lagi rame pengunjung, tapi, pelayan juga banyak. Toh, ruangan juga ga besar, paling maksimal Cuma buat 20 orang.

Setelah duduk 5 menitan, depan kasir, kok ga ada pelayan nyamperin.
”Mas-2 mau pesen nih”

Nunggu lagi 5 menit.
”Mas, mau pesen, minta menu ya ”

Nunggu lagi 3 menit. Akhirnya Cuma pesen 4 potong somay - jus apel wortel.

5 menit, somay datang. Abis separuh
” Mas, minumnya mana ?”
”Tunggu aja Bu, ntar juga datang”
, sambil pasang tampang cuek plus mbener-2in kertas bon.
Dalam hati, duh nyebelin banget yak ini Mas...Cuma, sabarrrrrrrrr Dian.Lagi males ribut.

Menjelang 4 suap terakhir
,” Mas, jus-nya mana, makanannya udah mau abis nih”

Si Mas ngedumel apa ga jelas. Trus ada mbak yang ngurusin.

3 menitan datang si jus, apel tomat
.” Mbak, saya pesennya apel wortel”

Kedengeran si mbak ama si mas ribut. Si mas tereak-2 ngotot. Aduh...males banget sih. Tadinya udah mau ambil aja tuh apel tomat. Haus plus seret soalnya. Tapi, ngedenger si mas ribut, jadi males. Ntar dia ngotot dia emang bener. Padahal, asli lho apel wortel. Tuh kan...dari awal aku udah liat si mas nih ogah-2 an kerja.

Lama...ampe setelah somay tandas dan suamiku tiba, baru si jus datang.

”Kak, tau ga’, tadi ya si mas itu ...bla3x...*meluncurlah cerita yang diatas itu*”

Gak lama,
”Mas, sini kamu ”, tiba -2 suami manggil si mas.
”Apa Pak?”
”Sini”
Si mas takut-2 dan ga mau nyamperin. Tapi, secara jarak kita Cuma 3 langkah, ya teteup aja suami bisa ngomong tanpa dia harus nyamperin
”Kamu tadi marah-2 ya sama istri saya ?”
”Gak Pak.... gak marah” suara si mas lemes banget
Bisik-2 saya ngomong :
”Kak, bukannya marah, dia ngomel, dan bla3x”
”Heh kamu, minta maaf dong ama istri saya, kurang ajar”
*tamu-2 yang ada udah mulai merhatiin*
Si mas beringsut sedikiiit nyamperin
,” Maaf ya Bu kalau tersinggung”

Waduh ga sangka juga reaksi suami segitunya. Lagi stress kalee besok mau dines mpe jumat, jadi ga ketemu aku, *ngakak*.
__________________________________________________________________________________
Bahasan Psikologi
Anger dimaknakan sebagai :
reaksi emosional akut yang ditimbulkan oleh stimulus yang merangsang individu secara psikis/fisik. Misalnya ancaman, agresi fisik, pembatasan diri, kekecewaan, frustasi dll.
Cirinya secara umum adalah adanya reaksi yang kuat pada sistem syaraf otonom, khususnya reaksi darurat pada bagian simpatis (syaraf).
Secara implisit disebabkan reaksi terhadap serangan lahiriah, somatis maupun verbal.
Reaksi suami di atas bisa dikategorikan reaksi agresi, yang menurut Adler, salah seorang pakar psikologi, merupakan perwujudan dari kemauan untuk berkuasa dan menguasai orang lain.

Labels: , ,

Saturday, September 01, 2007
Kelas Parenting
Lagi bikin makalah untuk tanggal 11 September ini. Tentang masalah orang tua yang berdampak pada anaknya. Bukan tentang -misalnya- perceraian, yang sedikit banyak kita udah tau tentang efek negatifnya pada anak.
Bukan pula tentang kekerasan yang jelas-jelas merugikan si anak.
Tapi tentang sikap orang tua yang tidak menjalani amanat Allah SWT atas seorang anak, yang dititipkan padanya, sehingga berdampak buruk bagi si anak. Dampak yang efeknya jangka panjang, turun temurun, dan mempengaruhi bisa tidaknya orang tua masuk surga.
Ini memang bukan kerja seorang diri. Ini adalah kolaborasi saya dengan kakak saya, mantan dosen ITB yang sekarang jadi udztazah. Berhenti bekerja ketika sedang mengambil S3-nya (dan mundur dari prorgam S3nya) karena ingin mengasuh ke dua putrinya sendiri.Kakak saya yang sejak pulang haji memutuskan berjilbab (padahal tadinya ...ogaaahhh).
Tapi bukan kolaborasi dalam tulisan lho.
Kami berkolaborasi dalam suatu program kelas Parenting untuk SD Mutiara Bunda di Bandung. Dia membahas dari sisi Islam, sementara saya kebagian sisi psikologinya.
Doakan, lancar dan terutama bermanfaat. Agar para orang tua, tak luput saya dan kakak saya, tidak melalukan tindakan-tindakan yang merugikan si anak, dan melapangkan jalan kami, orang tua juga si anak, ke surga kelak.
Hadis Rasullullah SAW
" Setiap anak dilahirkan dalam keadaaan fitrah, maka pengaruh pendidikan orangtuanyalah, dia menjadi yahudi, nasrani, atau majusi"
H.R. Bukhari dan Muslim

Bismillahirohmanirrohiim







Labels: , ,